Postingan

Cerita Pendek #1: Saat Itu, Dia Jatuh Cinta

                 .                   Di sudut belahan bumi lainnya, di setiap sudut tempat asal dari kasih yang tercurah pun dengan rasa sayang melimpah, harap-harap setitik selalu tersorot dari pantulan bola-bola mata. Meski tahu, semuanya menuju pada sebuah pungkasan kata ditinggalkan; kehilangan; hilang. Sebagian orang mengatakan jika jatuh cinta merupakan hal yang menyenangkan, sebagiannya lagi menuturkan hal yang kontradiktif sebab takut—lagi—akan kata jatuh di dalamnya. Layaknya berjalan di tepian pantai, bermain pasir lebih terasa aman dibandingkan menantang ombak yang berderap datang. Namun jika seorang laki-laki tanpa permisi datang dan menyentuh sisi sensitifmu, mungkin kau akan kesulitan menghalanginya—lebih buruknya, mungkin kau akan jatuh cinta dengannya.             Shafa, perempuan yang sedang mencoret-coret sisi kosong kertas terlihat s...

Cerita Pendek #2: Merobohkan dan Menggulingkan

            Bibirnya tertutup rapat, matanya menatap malas, badannya lesu—berjalan saja hampir tak mau, pikirannya terbagi-bagi, perasaannya kacau balau. Hari ini Sarinah tidak berangkat ke kampus, tapi hanya menghadap laptop yang menampilkan deretan kata yang ia susun perlahan untuk menjadi peta pikiran tugas akhir. Dari luar ia tampak normal dengan kesibukannya saat ini, tapi tidak tau saja jika dia akan jengkel dengan semua hal yang lewat. Sensitif. Dia sangat sensitif terhadap semua hal hingga ingin merobohkan dan menggulingkan pemerintah. Kumpulan orang yang—realitanya—berada di sistem tertinggi negara itu tak henti-hentinya membuat kewenangan gila yang selalu membuat rakyat makin meradang. Dia benci pemerintah dan lebih benci dengan pemilihan umum yang harus memaksa rakyat untuk memilih calon-calon pemimpin terburuk. Tentu, seharusnya ia tak usah mempunyai hak pilih—ah, atau semua rakyat Indonesia tak usah memiliki saja, toh yang calon-calon pemi...

Cerita Pendek #1: Melempar dan Menghancurkan

Tubuhnya tinggi, matanya lebar, bibirnya agak tebal jika tersenyum lesung pipinya mengembang, kulitnya sawo matang—sering diirikan orang-orang karena terlihat putih saat dibandingkan, kakinya panjang, jarinya lentik, dan rambutnya selalu membuat wanita kagum saat memandang—tapi tidak bagi pria. Jilbab longgar yang selalu disengaja menutup bagian dada selalu bertengger tanpa kaku ataupun ragu. Langkahnya tak jumawa, maka dari itu ia berjalan seperti para budak yang tunduk pada penguasa. Tatapannya tertuju ke bawah seolah beragam hal menarik dan memanjakan mata hidup di sana. Suaranya lembut, selembut kumbang yang diam-diam datang. Geraknya pelan … atau berhati-hati karena takut bagian tubuhnya rapuh seketika. Jika ia mengaku porselen, orang-orang mungkin akan percaya.             Namanya Sarinah. Bercita-cita menjadi pemberani dan cendekiawan. Kelemahannya tidak dapat dan yakin dengan keputusannya, serta rendah diri seperti kerikil...

Cerita Pendek #2: Anak Perempuan yang Berbicara pada Genangan Air Hujan

     Begitu bel berbunyi, hampir semua anak berbondong-bondong beranjak dari tempat duduk dan ke luar kelas. Sebagian anak yang tidak ke luar, memilih untuk tetap duduk di tempatnya: mengeluarkan bekal makanan dari rumah atau mengeluarkan ponsel yang sejak pelajaran ditahan di tas agar tidak mengganggu proses pembelajaran. Suasana jam istirahat pertama begitu riuh, bahkan di dalam kelas sekalipun, anak-anak yang berkumpul untuk makan bekal bersama mulai membuka topik obrolan begitupun dengan anak-anak yang sibuk dengan ponsel genggamnya, mereka yang paling berisik karena terus bereaksi saat bermain gim. “RHES!” seruan lantang seseorang menghentikan aktivitas anak-anak di kelas tersebut. Saat melihat siapa yang berteriak, mereka kembali tak acuh dan melanjutkan aktivitas yang terjeda. “Hadir!” ucap seorang laki-laki yang tatapannya masih terpaku pada ponsel di tangannya. Anak perempuan yang tadi berseru kini masuk ke kelas sambil menghentak-hentakkan kakinya, terliha...

Cerita Pendek #1: Anak Laki-laki di Genangan Air Hujan

  Sudah hampir setengah jam sejak pemakaman selesai, tapi perempuan berwajah kuyu itu belum tampak akan segera beranjak dari posisinya. Dia berdiri persis di samping tanah kubur yang masih segar akan siraman air—posisinya tidak berubah sama sekali dari dimulainya pemakaman sampai selesai. Tatapannya tidak kosong, tapi terlihat begitu putus asa jika kau berhasil menangkap bola matanya. Seharusnya dia sudah pingsan karena sejak tadi kakinya bergetar, memberi sinyal bahwa mereka tidak kuat lagi menopang tubuh lunglainya. Sayangnya dia terlalu keras kepala. “Ibu,” dia menghela napas, “Safya janji untuk tetap melanjutkan hidup dan bekerja sampai bisa membeli seporsi sate ayam lengkap; makanan impian Ibu.” Gulungan awan tebal berwarna abu-abu telah menutupi seluruh langit biru diikuti dengan suara petir yang mulai menggelegar. Hujan akan turun—ah, tidak, tapi hujan sudah mulai turun. Safya mulai menarik garis sudut bibirnya, sebentar lagi dia bisa menangis dengan bebas bersama derasn...

Life Update: Hi, I come from 2025

Gambar
Halo! Aku mau life update , nih, hahahah! Sejujurnya aku baru menyadari kalau aku kembali menghidupkan blog setelah empat tahun terakhir update, bahkan aku sempat nggak sadar punya blog ini (T_T) untungnya tersimpan dengan baik di akunku. Hai, gimana kabar Januarinya sejauh ini? Semoga baik, deh.  Januariku sebenarnya nggak terlalu baik, aku masih dalam kondisi melarikan diri entah mau sampai kapan. Aku hanya ... agak takut untuk menghadapi realita karena di pikiran sempitku ini, nggak semua orang bisa memahami kecemasan dan ketakutanku--atau aku berpikir seperti itu karena secara nggak kusadari, aku sering memperlakukan orang lain begitu? Entah.  Tau nggak, sih? Katanya kita akan diperlakukan sama sesuai dengan perlakuan kita terhadap orang lain. Impas kataku.  Aku sering mendengar orang di sekitar menuturkan kalau dia ingin memperlakukan orang lain seperti orang tersebut memperlakukannya. Ah, jadi teringat temanku yang menyuruhku untuk bersikap begitu juga. Jujur saja a...

Who am I?

Gambar
Bismillah Hello , Friends !  Eh, mohon maaf kalau nulisnya pakai bahasa Indonesia. Ini blog-nya orang Indonesia soalnya, hehe. Oh ya, pertama aku mau memperkenalkan diriku. Em, ya ini aku, gitu aja deh. Nama? Rahasia, haha. Btw , ini bukan kali pertamaku menulis di blog. Dulu pernah sih, namun enggak istiqomah   (bahkan kayaknya aku belum banyak upload tulisan). Sebenarnya aku bingung, apa yang ditulis blogger dalam blog-nya?  Menurutku sih blog bisa aku gunakan sebagai alternatif latihan menulis dan komitmen tetap menulis. Enggak tahu pasti apa konten yang akan aku tulis, tapi mungkin aku akan menulis tentang hal-hal yang aku ketahui dan (semoga) bermanfaat, cerita dengan genre yang berbeda-beda, dan entah yang lainnya apa, belum terpikirkan juga T_T Colouring-the world  seperti artinya; mewarnai dunia. Mungkin aku bisa sedikit mewarnai dunia ini dengan warna-warna tulisan, dan mungkin kalian juga bisa :) (serius maknanya baru kepikiran waktu nulis ini). Ah, enggak,...